Kaprodi Diploma 4 Perhotelan Melepas Mahasiswa ke Australia

Mangupura, 6 Mei 2017 

Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Hospitaliti (MBH), Bapak Dr I Nengah Subadra (paling kanan berbaju kaos merah) didampingi Direktur Praktek Kerja Industri Bapak Putu Adi SE, MM (berbaju kaos hitam, nomor empat dari kanan) melepas keberangkatan mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya ke Australia pada hari ini Sabtu, tanggal 6 Mei 2017 yang akan mengikuti Praktek Kerja Industri selama satu tahun. Para mahasiswa akan mendapatkan pengalaman bekerja di hotel-hotel di Australia yang sudah diajak bekerja sama.

I NENGAH SUBADRA KAPRODI DIPLOMA 4 PERHOTELAN STIPAT TRIATMA JAYA

Selama setahun, mereka akan mendapatkan praktek keahlian pada beberapa bidang antara lain: kantor depan, tata graha, tata boga dan tata hidangan. Empat keahlian ini merupakan ciri khusus dari Program Manajemen Bisnis Hospitaliti, STIPAR Triatma Jaya.

Kesempatan untuk training ke luar negeri ini tidak terlepas dari usaha keras dari Direktur Training Center Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya, Bapak Putu Adi yang tidak henti-hentinya mencarikan relasi agar bisa memberikan pelayanan training yang terbaik kepada seluruh mahasiswa yang menempuh Program Studi Manajemen Bisnis Hospitaliti di Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya.

Selamat menjalankan praktek training di Australia, semoga dapat memotivasi teman-temannya untuk ikut terbang ke Australia untuk mendapatkan pengalaman yang luar biasa seperti anda semua. Sekali lagi, selamat dan semoga sukses!

 

Akreditasi Selesai, Kini Menunggu Nilai

Denpasar, 12 Mei 2017 

Visitasi Akreditasi Program Studi Perhotelan Jenjang Pendidikan Diploma 4, Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya telah usai, kini tinggal menunggu nilai. Akreditasi Prodi Perhotelan terdahulu nilainya “B”, mudah-mudahan Ketua Program Studi sekarang Bpk. Dr I Nengah Subadra dapat menghantarkan Prodi Perhotelan mendapatkan nilai yang lebih tinggi alias “A”.

I Nengah Subadra PhD dan Dr Toetik Koesbardiati

Sepintas hasil visitasi yang dilakukan oleh tim Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Kementerian Ristek dan Teknologi-DIKTI tampak baik-baik saja dan tidak ada perubahan borang yang signifikan, hanya kesalahan-kesalahan kecil saja. Beberapa masukan juga diberikan oleh kedua asesor Bpk. Drs Maman Lukma Supardi, M.Pd. dan Ibu Dr Toetik Koesbardiati untuk memajukan Program Studi Perhotelan di STIPAR Triatma Jaya.

Dukungan teman-teman yang tergabung dalam tim akreditasi bekerja luar biasa kerasnya dan sangat kompak, sehingga semua standar (I-VII) dapat dikerjakan dengan baik mendekati sempurna. Terima kasih banyak atas dukungan dan komitmennya dalam memajukan lembaga Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya.

Praktek Kerja Industri Ke Jepang

Badung, 14 Juni 2107

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bapak I Ketut Sutapa (paling kiri) melepas 20 mahasiswa mengikuti Praktek Kerja Industri ke Jepang. Mahasiswa terpilih akan berangkat ke Jepang minggu ini dan akan bekerja di hotel-hotel ternama di Okinawa, Jepang sebagai Receptionist, Waiter/Waitress, Cook dan Rom boy/Room maid selama satu tahun (12 bulan).

Semua mahasiswa telah mendapatkan pelatihan Bahasa Jepang secara intensif selama 3 bulan selain dibekali dengan kompetensi dasar pada bidang room division (Kantor Depan dan Tata Graha) dan Food and Beverage Devision (Tata Boga dan Tata Hidangan). Penguasaan komptensi pada keempat departemen hotel inilah yang menjadikan alasan masyarakat untuk memilih Sekoalh Tinggi Pariwisata Triatma Jaya sebagai tempat untuk belajar perhotelan di Bali yang terbaik.

 I NENGAH SUBADRA STIPAR TRIATMA JAYA PRAKERIN JEPANG 2

Perwakilan dari Kantor Perekrutan Jepang juga hadir dalam pelepasan tersebut dan memberikan pengetahuan dasar tentang sopan satun dan budaya Jepang yang harus diketahui oleh semua mahasiswa yang akan mengkuti kegiatan training tersebut.

Tujuan utama Praktek Kerja Industri ini adalah untuk mendapatkan pengalaman bekerja pada Hotel Berbintang di luar negeri (Jepang). Tujuan lain adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa mencari penghasilan/uang sendiri di negeri sakura. Dengan kata lain, selain mendapatkan pengalaman kerja, mereka juga mendapat bayaran/upah sesuai dengan kebijakan pemerintah jepang.

Pelepasan mahasiswa ke Jepang ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Triatma Surya Jaya Bpk Dr. I Ketut Putra Suarthana, Ketua Program Studi Diploma IV Perhotelan Bapak I Nengah Subadra, PhD, Pembantu Ketua II Bapak Eli Sumerta, Pembantu Ketua III Ibu Dr Dewi Irwanti, dan Kordinator Prakerin Bapak Putu Adi serta sekertaris Bu Gung Dwi.

Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru

Badung, 09 AGUSTUS 2107

 Sebanyak 460 mahasiswa berhasil menyelesaikan program PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) yang berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 7 samapai dengan 9 Agustus 2017 . Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Yayasan Triatma Surya Jaya, Bapak Dr I Ketut Suarthana dan dilangsungkan dengan perkenalan singkat antara mahasiswa baru dengan Badan Eksekutif Mahasiswa yang akan memandu kegiatan ini sampai selesai.

PKKMB STIPAR Pembukaan

Suasana kekeluargaan tampak dengan jelas yang ditunjukkan oleh para senior yang berasal dari semester 3, 5 dan 7 dengan mahasiswa baru yang baru akan memulai kehidupan kampusnya. Tegur sapanya pun tampak akrab “Brother” dan “Sister” untuk memastikan bahwa tidak ada praktek perpeloncoan dalam kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru ini. Pola pengenalan ini merupakan penerapan amanah undang-undang yang secara tegas melarang perpeloncoan di dunia kampus.

Di hari pertama, mahasiswa baru diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba (narkotik dan obat-obat terlarang)  dan juga disiplin berlalu lintas oleh Kepolisian Resor Badung. Ini untuk menjamin bahwa mahasiswa tidak terlibat dengan kasus-kasus narkotika yang dapat mengancam masa depan mereka.

PKKMB STIPAR Mahasiswa

Foto by Kadek Masning, Sekertaris Prodi, STIPAR Triatma Jaya

Di hari kedua, para mahasiswa diajak bergembira Bersama: menyanyi dan lomba melawak. Sorak dan canda-tawa tampak dengan jelas ditunjukkan oleh para mahasiswa baru yang duduk-duduk santai di bawah tenda-tenda yang dengan sengaja dibuat agar mahasiswa tidak kepanasan pada saat mengikuti kegiatan tersebut.

Di siang harinya, mahasiswa diperikan pencerahan tentang program studi yang mereka pilih untuk memulai menempuh ilmu di bidang yang mereka sukai seperti Prodi Diploma III Perhotelan, Prodi Diploma III Pariwisata dan Prodi Diploma IV Perhotelan. Para Kaprodi menjelaskan masing-masing program unggulannya dengan penuh semangat dan didengarkan secara serius oleh para mahasiswa baru. Puluhan pertanyaan dilontarkan oleh mahasiswa baru kepada Kaprodi yang berhubungan dengan prospek dari program studi yang mereka memilih.

 PKKMB STIPAR Staff

Foto by Kadek Masning, Sekertaris Prodi, STIPAR Triatma Jaya

Pada hari ke-3, mahasiswa diajak ke Pantai Brawa untuk melakukan pembersihan pantai secara masal di sekitar Pantai Brawa yang dikuti juga oleh semua dosen dan pegawai. Beberapa perlombaan juga digelar oleh panitia untuk menyemarakkan penutupan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru ini.

Secara keseluruhan acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru ini berjalan dengan lancar dan aman tanpa rintangan atau hambatan yang berarti. Paara panitia tampak senang dengan suksesnya acara ini, begitu juga para mahasiswa merasa riang dan gembira bisa memulai pertemanannya di kampus dengan penuh suka cita. Semoga semuanya berhasil dan sukses!

 

***

Sub

Lombok Trip 2017

Oleh:

I Nengah Subadra

Perjalanan diawali dari kampus STIPAR Triatma jaya sekitar pukul 08 pagi menuju Pelabuhan Padang Bay di Karangasem. Suasana ring dan gembira sudah tampak ketika baru saja menaiki bis dan juga dalam perjalanan menuju kabupaten di daerah timur Bali tersebut yang mana teman-teman sudah mulai menceritakan rencana liburannya di Lombok selama 3 hari dua malam.

Setelah berjalan kira-kira satu jam lebih, berhenti sebentar di Pura Goa Lawah untuk memohon keselamatan dalam penyeberangan dari Padang Bay ke pelabuhan di Senggigi – Lombok. Bagi yang beragama lain, mereka menikmati jajanan lokal seperti kedelai rebus, pisang rebus, dan minuman ringan yang tersedia di sepanjang pelataran parker mobil dan juga di depan pura, dan ada juga yang noilet bagi teman-teman yang sudah rada-rada kebelet.

Setelah memanjatkan doa untuk keselamatan, perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Padang Bay yang menempuh waktu sekitar 15 menitan saja dari Pura Goa Lawah. Tampaknya kami tiba di pelabuhan terlalu pagi, sehingga harus menunggu agak lama sampai kapal datang dan siap untuk diberangkatan. Mendapatkan nomor keberangkatan / boarding pass yang unik “69” yang dibolak-balik sama saja. Dalam hati bertanya, “mungkin ini nomor keberuntungan untuk hari ini”

Sekitar dua jam di ruang tunggu pelabuhan sambil mengamati hilir mudik para wisatawan asing muda yang akan menyeberangi Laut Lombok  dengan speed boat  alias kapal cepat yang berbeda, semakin tabah dan berani rasanya untuk ikut berpetualang menyeberang dengan kapal serupa dengan pengelola kapal yang berbeda.

Beberapa menit kurang dari jam sepuluh pagi, kapal datang dan menyandar di pelabuhan khusus untuk kapal cepat. Dalam hati bertanya, “apakah ini yang akan mengantarkanku ke Sengigi?” sambil berjalan mendekati kapal, sudah tampak beberapa bule muda yang sudah dengan asyiknya menikmati minuman bir di atas kapal yang akan ditumpangi. Sambil berbaris lantang mengikuti antrean kembali bertanya, “apakah muat orang sebanyak ini di dalam kapal kecil ini?” ternyata setelah masuk satu persatu semuanya akhirnya tertampung walaupun beberapa penumpang yang memiliki jiwa petualang sejati naik ke atas kapal untuk menikmati perjalanan laut dengan kapal cepat; dan beberapa penumpang tetap memilih di bawah di tempat duduk yang telah disediakan, sambil larak-lirik baju pelampung yang tersedia di dalam kapal, in case terjadi bahaya atau keadaan darurat.

Memang agak sedikit lama menunggu berangkat walaupun sudah berada di dalam kapal Karena perlu persiapan yang matang untuk mengarungi sumudra yang sangat luas. Tampaknya ada sedikit lucu karena yang ditunggu lama ternyata “nasi bungkus” yang dipesan oleh nahkodanya dan crew kapal sebagai bekal perjalanan yang sempat terdengar ketika aku akan memasuki cabin kapal.

100_4840

Setelah kapal berjalan, para crew kapal masih hillir mudik mengecek kelengkapan penumpang dan juga peralatan lainya, termasuk buku catatan perjalanan kapal. Penasaran dengan jarak tempuh dari Padang Bay ke Senggigi, akhirnya bertanya kepada salah satu crew kapal “Mas berapa lama nyampe di Senggigi?” dengan entengnya crew kapal itu menjawab “palingan sejam pak, tapi kalau gelombang tinggi bisa jadi lebih lama lagi pak”. Wah.. nakut-nakutin juga nih orang dalam hatiku berkata. Tapi ya sudahlah, kapal sudah melaju dengan kencang menerobos gulungan ombak Selat Lombok selama sejam setengah.

Akhirnya, setelah perjalanan selama sejam setengah, tiba juga di Dermaga Senggigi – dermaga kecil yang cukup untuk menyandarkan speed boat saja.  Sambutan ramah Pak Guide juga semakin menambah senang ketika baru saja tiba dan bersiap-siap untuk naik bus, meluncur ke Hotel Puri Saron, Senggigi untuk santap siang Bersama.

 

100_4847

 

Sponsored by

Language Assistance: Penerjemah Tersumpah di Denpasar Bali