Bali Tourism Watch: Antara Singapura dan Heathrow

Singapura, 10 September 2008

Begitu tiba di Bandara, aku segera rubah jam. Harus dimajukan satu jam atau sama dengan jam di Bali, biar nga terlambat. Aku lihat jadwal penerbangan pesawat BA 12 di papan ternyata belum muncul. Aku lama menunggu (30 menitan), belum juga muncul karena aku belum tau dari terminal berapa berangkatnya. Akhirnya aku tanya ke bagian informasi dan akhirnya aku tau terminal keberangkatannya. Nunggunya lumayan lama sih…. 4 jam kali ye… Nih fotoku waktu nungguin penerbangan berikutnya.

International Singapore Airport

Pas masuk ke ruang check in, udah mulai deg-degan karena semua laptop digeledah dan diperiksa oleh staf keamanan bandara. Aku hanya takut laptopku disita karena ada beberapa programnya yang nga asli kayaknya. Syukurlah semuanya berjalan dengan baik. Setelah jam 11 malem, semua penumpang naik ke pesawat British Airways dengan nomor penerbangan BA 12. Aku terus dan tetap berdoa agar dalam perjalanan selamat walaupun pesawatnya juga gede sama dengan SQ, tapi BA sedikit lebih bagus tempat duduknya dan pelayanannya.

ef6d1cb11e9f622a

Di pesawat mulai mendapatkan beberapa snack dan minuman ringan. Lumayan,… ngilangin nervous klo naik pesawat. Penerbangannya memang bener2 lama. Udah dapat tidur lama juga belum sampe2. Dalam perjalanan juga banyak sekali goncangan2, cukup dasyat lagi…. Jadi ngeri deah… goncangannya bisa sampai 15-30 menit lho….. Klo aku pas nga tidur, aku hanya bisa berdoa, berdoa dan berdoa….. Tapi klo udah tidur, ya pasrah aja deah… dan hanya percaya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wase sebagai juru penyelamatku. Pesawatnya kayaknya otomatis, sepuluh menit sebelum bergoncang, lampu tanda mengenakan sabuk pengaman pasti menyala dan berbunyi “tink…”. Jadi hapal dah kalo mau ada goncangan.

Beberapa kali mendapatkan suguhan makanan, tapi aku tetap saja ngerasa makanan itu aneh dan serasa Uyah Sere lebih enak, he…. he…. Terus terang, aku makannya tak selahap penumbang yang duduk di samping dan depanku. Mereka lahap semua makannya. Hanya beberapa roti dan minumannya kusimpan dalam kantong kecil yang biasanya dipakai tempat muntahan sehingga aku bisa membawanya ke rumah atau makan nantinya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s