Bali Tourism Watch: Antara London dan Lincoln

London, 11 September 2008

Waktu sudah menunjukan pukul 05.30 waktu London (7 jam lebih lambat dari jam di Bali) akhirnya aku tiba di Bandara Heathrow di Terminal 4. Begitu turun dari pesawat aku harus ke bagian imigrasi untuk stempel passport dan Visa. Disana aku harus menunjukan surat tanda sudah diterima (Letter of Acceptance) dari universitas untuk menjamin bahwa aku benar2 mau sekolah di Inggris.

65f379bd2d75d3c2

Selain itu, aku harus menjalani pemeriksaan kesehatan di ruang isolasi karena dalam Visaku aku akan berada di Inggris selama 4 tahunan. Pemeriksaan ini hanya dilakukan bagi orang asing yang mau menetap lebih dari 6 bulan di Inggris. Aku harus buka baju dan dirongsen. Setelah dinyatakan sehat, selanjutya aku datang lagi ke bagian imigrasi untuk lapor.

Setelah selesai urusan imigrasi, baru aku mengambil barang. Tinggal tasku yang muter2 di sana karena aku lama bener menjalani pemeriksaan. Setelah semua barang terkumpul, aku keluar melalui terminal 4. Belum ada seorangpun perwakilan dari universitas yang jemput aku. Ternyata mereka menjemput di terminal 3. Aku harus kembali naik kereta api (gratis) kira-kira 15 menitan untuk menuju terminal 3. Aku ditunjuin dan diantar langsung oleh seorang staf bandara ke meeting point di terminal 3. Baik sekali ibu itu lho…… Aku telepon nomor orang yang jemput. Ternyata deringannya ada di belakangku. Akhirnya dia nyuruh aku putar badan dan dia langsung tersenyum. Setelah itu aku memperkenalkan diri dan mengecek namaku di daftar kedatangan mahasiswa internasional.

Setelah itu aku duduk2 di ruang tunggu sambil nunggu jam 11.30 pagi. Lumayan juga sih nunggunya (3 jaman lah..). Aku sempat tidur2an di kursi panjang dan makan kue2 yang aku dapet di pesawat BA 12 sambil nunggu berangkat ke Lincoln. Jam dua belas siang aku meninggalkan Heathrow menuju Lincoln, Brayford. Naik bus kira2 empat jam baru sampai di tujuan. Setelah sampai aku langsung dicarikan taksi oleh staf kampus menuju tempat tinggalku.

Begitu sampai di 157 Monks Road, tuan rumahku sudah menyambut dan membantu mengangkat tasku yang beratnya 29.5 kg itu ke lantai dua. Kurus-kurus ternyata ibu kost kuat bener ngangkatnya. He… he.. Setelah itu aku langsung diperkenalkan dengan teman2 yang tinggal serumah dan tempat kamar mandi, dapur serta cara menggunakan fasilitas2 di dapur. Maklum,… udah lama nga pernah masak. Kan ada istriku, he.. he… Aku Cuma dikasi satu seprai dan bantal. Jadi aku mesti beli lagi entar. Dia bilang murah sih kalo beli di toko bekas. Ini gambar rumah yang aku tempati.

100_2977

Perjalanan dari Bali sampai Lincoln, Brayford-United Kingdom (totalnya 21 jam naik pesawat) memang bener2 melelahkan. Makanya begitu tuan rumah pulang, aku langsung makan roti dulu, dah itu tidur….!

Cape deh….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s