Bali Tourism Watch: Antara Bali dan Singapura

Bali, 10 September 2008

Hari ini saat yang paling berat bagiku untuk meninggalkan semua keluargaku di Indonesia karena aku harus pergi jauh menuntut ilmu. Walau itu menyedihkan tapi aku harus tetap pergi dan menjalaninya. Harapanku hanya satu, yaitu aku berhasil dan sukses menuntut ilmu sehingga berguna bagi diriku, keluargaku, bangsa dan tanah airku. Satu lagu yang selalu mengingatkanku untuk kepergianku ini adalah “Teluk Bayur Permai”. Namun terpaksa harus aku ganti beberapa lirik lagunya agar pas dengan kepergianku. Ini lagunya;

Selamat tinggal Pulau Bali tercinta
Daku pergi jauh ke negeri seberang

Ku kan mencari ilmu di negeri orang
Bekal hidup kelak di hari tua
Selamat tinggal istri dan anakku yang tercinta
Doakan agar ku cepat kembali
Kuharapkan emailmu setiap minggu
Kan kujadikan pembuluh rindu

Reff:
Lambaian tanganmu kurasakan pilu di dada
Kasih sayangku bertambah padamu
Airmata berlinang tak terasakan olehku
Nantikanlah aku di Pulau Bali……

Perlu diketahui bahwa ini merupakan kepergianku ke luar negeri untuk pertama kalinya. Aku tak tau ke arah mana aku harus pergi. Aku hanya terus berdoa sambil menelusuri jalan yang semestinya aku tempuh yang ditunjukan oleh Yang Maha Kuasa.

Di Bandara Ngurah Rai, Bali. Beberapa saat sebelum berangkat ke Inggris

Sejak kepergianku dilepas oleh istri (Indah) dan anakku (Dhita) beserta keluarga di Bandara. Aku memang harus berjalan sendiri. Aku menunggu beberapa saat sebelum terbang ke Jakarta. Setiba di Jakarta, tiket untuk ke Singapura dan Inggrispun belum aku pegang. Aku harus menunggu orang yang tak kukenal rupanya yang mau bawain tiketku. Lama menunggu sampai jam 3 sore belum juga datang. Padahal, check-in untuk penerbangan internasional paling lambat dua jam sebelum keberangkatan. Setelah melakukan kontak melalui telepon dan sms, akhirnya jam 4 sore aku ketemu dengan orangnya dan tiketnya dibawa langsung. Dia membantuku check-in di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Dua puluh menitan aku menunggu, waktu menunjukan pukul 5 sore waktu Jakarta. Setelah itu aku berangkat menuju Singapura dengan menggunakan pesawat SQ Airlines. Pesawat besar berbadan lebar, satu baris berisi sebelas orang penumpang. Aku nga tau berapa jumlah semua penumpangnya (yang jelas 64 x 11=?). Aku dapat tempat duduk paling belakang pojok sebelah kanan, tepatnya 64 K. Karena check-in terakhir kale ye….? Makanya,…. lain kali lebih awal donk Check-innya…..! biar dapet tempat duduk agak di Depan. He… he…

Sejak dalam pesawat inilah aku harus mulai memakan makanan yang tidak pernah aku makan sebelumnya. Makan malam di pesawat dengan satu tampal besar ikan tuna dan kentang goreng serta keju. Tapi lumayan bikin perut kenyang walaupun tanpa nasi. Aku hanya sempat ngobrol2 sebentar dengan penumpang yang duduk di sebelahku. Dia kerja di Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia. Dia cukup baik dan ramah sehingga dia ngasi tau beberapa informasi tentang bandara yang akan segera kudarati. Setelah terbang kira-kira 2 jam, aku sampai di Bandara Sang Hai, Singapura.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s