Peran Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata

Oleh: I Nengah Subadra
Lihat Profile Penulis

Lembaga swadaya masyarakat (Non Governmental Organization) memegang peranan penting dalam pengembangan dan manajemen pariwisata baik di negara maju maupun negara berkembang. Peran serta dan keterlibatan lembaga swadaya masyarakat dalam berbagai kegiatan pariwisata khususnya pariwisata telah meningkatkan dampak-dampak positif dari pengembangan pariwisata dan meningkatkan motivasi untuk mengkonservasi alam dan budaya. Hasil peran serta lambaga swadaya masyarakat di beberapa destinasi pariwisata yang telah diperoleh adalah sebagai berikut:

a.mengurangi dampak negatif dan intensitas yang berlebihan terhadap lingkungan dan habitat yang masih alami atau belum terjamah;

b.meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap sumber daya alam dan budaya yang keduanya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupannya sehari-hari;

c.menghasilkan atau mendatangkan dana dari para donator yang peduli terhadap sumber daya alam dan budaya sehingga bisa melakukan kegiatan-kegiatan pelestarian alam dan budaya untuk menunjang pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development).

Ada beberapa peran yang bisa dimainkan oleh lembaga swadaya masyarakat dalam pengembangan pariwisata, seperti:

a.sebagai fasilitator atau penghubung di antara para stakeholders pariwisata misalnya: antara industri pariwisata dengan masyarakat lokal, antara pengelola kawasan yang dilindung dengan masyarakat lokal, dan antara pemerintah dengan masyarakat lokal. Kemampuan lembaga swadaya masyarakat dalam menengahi antara para pihak yang berkepentingan (interest party) semakin memperkuat posisinya sebagi lembaga yang independen dan sama sekali tidak memihak ke salah satu pihak yang berkepentingan atau netral (neutral party);

b.sebagai penggagas pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan (community-based ecotourism development) agar bisa memperluas tujuan dan mendapatkan dampak konservasi yang lebih besar dengan cara mengoptimalkan peran dan kerja sama dengan stakeholders yang lain.

c.sebagai pelatih dan penyedia sumber informasi yang relevan yang berhubungan dengan isu-isu pariwisata.

d.sebagai rekan kerja sama dari pengelola kawasan terlindung dalam upaya penerapan tujuan dari pengembangan pariwisata seperti; program pendidikan lingkungan dan program pemanfaatan sumber daya alam.

e.sebagai pengawas kinerja pemerintah khususnya departemen yang menangani kawasan yang dilindungi untuk meyakinkan bahwa program-programnya berjalan dengan semestinya.

Sumber:
Subadra, I Nengah. 2006. Ekowisata Hutan Mangrove dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan: Studi Kasus di Mangrove Information Center, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. (tesis) S2 Kajian Pariwisata: Universitas Udayana.

PESAN DARI PENULIS:
Para pembaca yang terhormat, saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan anda ke website saya. Apabila ada hal-hal yang kurang jelas dan perlu ditanyakan tentang tulisan saya, silahkan KLIK DI SINI untuk menghubungi saya.

Jika anda membutuhkan atrikel lain tentang pariwisata, silahkan KLIK DI SINI untuk mengunduh (download) beberapa artikel yang berkaitan dengan pariwisata dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Sekali lagi, terima kasih atas kunjungan anda. Selamat belajar!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s