Bali Tourism Watch: Promosi Penjualan Hotel di dalam Kota Bersejarah

Oleh: I Nengah Subadra
___________________________________________________________________
Dosen Bahasa Inggris dan Pariwisata Di Yayasan Triatma Surya Jaya
(MAPINDO, STP Triatma Jaya, dan STIE Triatma Mulya)
Handphone : 081 239 26773
Email : insubadra@yahoo.com
Homepage : http://www.subadra.wordpress.com

Melayani:
• Private Bahasa Inggris untuk umum & in-house training
• Private Bahasa Indonesia untuk orang asing
• Bimbingan IELTS, TOEIC, dan TOEFL
• Terjemahan bahasa asing tersumpah
• Presentasi seminar dan penelitian pariwisata
• Konsultasi Pengembangan pariwisata
___________________________________________________________________
Motto: Quality is our Prime Concern
___________________________________________________________________

Secara umum ada banyak teknik promosi penjualan produk pariwisata seperti : (1) Pengurangan harga; (2) pemberian voucer dan kupon; (3) Kompetisi; (4) Beli satu dapat dua atau penawaran gratis untuk anak; (5) Undian dan hadiah; (6) Hadiah/souvenir; (7) Menambah volume diskon; (8) Penambahan masa menginap (extra night) dengan harga yang lebih rendah; (9) Hubungan yang kooperatif antara organisasi; (10) Tampilan point penjualan, tampilan slide, peta dan lain-lain; (11) Kegiatan merchandizing / perdagangan.

Dalam hal promosi penjualan hotel yang terletak di dalam kota bersejarah, model promosi penjualan yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

(1) Pengurangan atau penurunan harga, dengan cara ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kedatangan wisawtan dan tingkat hunian di suatu hotel. Wisatawan akan merasa sangat senang apabila mendapatkan potongan harga, tetapi pemotongan harga tersebut sama sekali tidak mengurangi kualitas pelayanan;

(2) mengadakan pameran (exhibition) di museum atau tempat-tempat yang bersejarah, dengan kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi calon wisatawan untuk mengunjungi objek wisata di kota bersejarah.
Target wisatawan untuk promosi ini biasanya adalah wisatawan minat budaya (cultural interest), namun tidak tertutup kemungkinan akan menarik wisatawan muda khususnya bagi mereka yang yang masih belajar di sekolah umum atau universitas, ini dapat berupa kegiatan studi banding atau study tour.

Dan (3) Kegiatan merchandizing / perdagangan, dengan mengadakan berbagai kegiatan perdagangan (trade) khusussnya pedagangan barang-barang antik dan langka di pusat-pusat kota bersejarah akan dapat menarik wisawatan yang ikut dalam perdagangan tersebut maupun wisatwan yang ingin membeli barang-barang yang dikehendakinya.

Wisatawan berminat untuk mengunjungi pameran atau perdagangan lebih cendrung memilih akomodasi yang letaknya dekat dengan kegiatan yang akan diikutinya sehingga mereka juga dapat menekan biaya perjalanannya khususnya biaya transport. Dengan kegiatan-kegiatan ini secara langsung tingkat hunian hotel akan meningkat sehingga dapat memperoleh keuntungan yang lebih banyak.

Usaha-usaha tersebut sesuai dengan tujuan promosi penjualan yaitu: (1) Memperoleh pencobaan atau keingintahuan; (2) Meningkatkan pemesanan yang lebih awal; (3) Meningkatkan kunjungan dan tinggal yang berulang-ulang; (4) Menyebarkan pengunjung ke wilayah yang luas; (5) Memberantas kompetisi; (6) Mencari/menyaring celah sementara dan musiman; (7) Memotivasi perdagangan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s